Scroll untuk baca artikel
Opini

May Day dan Ketenagakerjaan di NTT, Implikasi antara Regulasi, Realitas, dan Tanggung Jawab Negara

Avatar photo
×

May Day dan Ketenagakerjaan di NTT, Implikasi antara Regulasi, Realitas, dan Tanggung Jawab Negara

Sebarkan artikel ini
Reporter: Yesua Koro |  Editor: Redaksi
Yesua Koro | Penulis Opini

Opini : Yesua Koro 

May Day dan Ketenagakerjaan di NTT, Implikasi antara Regulasi, Realitas, dan Tanggung Jawab Negara”

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

KUPANG | BuletinNTT. Com – Peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei selalu menjadi momentum penting dalam diskursus ketenagakerjaan nasional.

Di satu sisi, peringatan ini merefleksikan penghormatan terhadap perjuangan kelas pekerja.

Namun di sisi lain, ia juga menjadi ruang evaluasi terhadap sejauh mana negara hadir dalam menjamin terlaksananya hak-hak buruh secara nyata.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), momentum ini memiliki beragam kompleksitas persoalan pada buruh yang masih relevan.

Baca Juga :  LLDIKTI Wilayah XV Perkuat GENTASKIN, Libatkan Ribuan Mahasiswa Wujudkan NTT Sehat dan Inklusif

Kondisi ketenagakerjaan di daerah ini masih diwarnai oleh tingginya sektor informal, terbatasnya lapangan kerja formal, serta tingginya mobilitas tenaga kerja migran.

Dalam konteks ini, isu perlindungan buruh bukan lagi sekadar agenda tahunan, melainkan persoalan struktural yang membutuhkan intervensi kebijakan yang serius dan berkelanjutan.

Kondisi Ketenagakerjaan di NTT

Realitas ketenagakerjaan di NTT menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja masih berada pada sektor informal.

Buruh bangunan, pekerja pertanian, nelayan, serta pekerja rumah tangga merupakan kelompok dominan yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan ketenagakerjaan yang memadai.