KUPANG | BuletinNTT.com — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Terpadu bersama pimpinan perguruan tinggi dan pemerintah daerah se-Provinsi Nusa Tenggara Timur di Hotel Harper Kupang, Selasa (5/5/2026).
Rakor ini menjadi langkah konkret dalam mendorong implementasi kebijakan nasional Diktisaintek Berdampak, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemda, perguruan tinggi, dan mitra strategis.
Kepala LLDikti Wilayah XV, Adrianus Amheka, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang nyata.
“Fokusnya adalah mendorong peran perguruan tinggi agar benar-benar berdampak bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di NTT,” ujarnya.
Mengusung tema “Membangun Sinergitas Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah dan Industri dalam Rangka Akselerasi Pembangunan di NTT”, kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WITA dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Libatkan 57 PTS dan Ribuan Mahasiswa
Data LLDikti Wilayah XV mencatat, saat ini terdapat 57 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di NTT dengan total 79.003 mahasiswa.
Jumlah dosen aktif mencapai 3.118 orang, terdiri dari 2.933 dosen tetap, 1.197 dosen bersertifikat, serta 18 guru besar.
Sebaran kampus swasta dalam program Gentaskin paling banyak berada di Pulau Sumba dengan 20 PTS dan 3 perguruan tinggi negeri.
Sementara di Pulau Timor tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Belu, dan Timor Tengah Selatan.












