KUPANG | BuletinNTT.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang akhirnya angkat bicara terkait keluhan warga Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, mengenai pemasangan polisi tidur di ruas jalan Nasipanaf yang melintasi depan area kampus.
Pihak kampus menilai langkah warga patut diapresiasi karena berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan. Namun, pihak Maranatha berharap agar pembangunan polisi tidur dilakukan sesuai dengan standar keselamatan lalu lintas agar tidak menimbulkan masalah baru.
Perwakilan kampus, Yohanes Selan, dalam keterangannya kepada Media, Jumat (31/10/2025), menjelaskan bahwa kampus tidak pernah menolak upaya masyarakat menjaga ketertiban. Namun menurutnya, pemasangan alat pembatas kecepatan tersebut sebaiknya dikaji ulang dari sisi teknis dan koordinasi.
“Kami dari kampus tidak ada masalah dengan niat baik warga. Justru kami mendukung demi keselamatan bersama. Hanya saja, bentuk polisi tidurnya terlalu tinggi. Kalau bisa, pihak pemerintah desa dan instansi terkait turun tangan supaya kita semua puas dan merasa aman,” ujar Yohanes.
Kampus Buka Diri untuk Dialog
Yohanes menegaskan, STIKES Maranatha Kupang selalu membuka ruang dialog bagi masyarakat di sekitar kampus. Ia menyebut bahwa pihaknya memahami keresahan warga, namun tidak elok jika persoalan tersebut dibesar-besarkan tanpa komunikasi yang baik.










