KUPANG | BuletinNTT.com – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem).
Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, LLDIKTI Wilayah XV berperan dalam memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan tinggi sekaligus mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam menjawab persoalan riil di masyarakat.
Pada tahun 2025, program GENTASKIN difokuskan pada penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Pelaksanaannya berlangsung selama Juli hingga Oktober 2025 di 25 desa prioritas yang tersebar di Kabupaten Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, dan Manggarai Timur.
Sebanyak 367 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi lintas disiplin terlibat langsung dalam program tersebut.
Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal, mahasiswa menjalankan berbagai intervensi, seperti edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak, pendampingan Posyandu, pelatihan kewirausahaan, penguatan UMKM desa, literasi keuangan keluarga, hingga pengembangan kebun gizi dan dapur sehat keluarga.












