Scroll untuk baca artikel
OpiniPendidikan

Opini | Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI) dalam Dunia Pendidikan : Ancaman atau Peluang

Avatar photo
×

Opini | Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI) dalam Dunia Pendidikan : Ancaman atau Peluang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Andreas Aprianus Ropilus Koro |  Editor: Redaksi
Andreas Aprianus Ropilus Koro, S.Pd,.Gr | Pengajar di SMA Negeri 1 Raijua

“Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI) dalam Dunia Pendidikan : Ancaman atau Peluang”

Opini : Andreas Aprianus Ropilus Koro, S.Pd,.Gr | Pengajar di SMA Negeri 1 Raijua

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

SABU RAIJUA | BuletinNTT.com – Menyoal Keniscayaan Artificial Intelligence (AI) bagi Pendidik dan Pelajar.

Artificial Intelligence (AI)  atau kecerdasan buatan  merupakan suatu bidang dalam ilmu computer yang berfokus pada pengembangan sitem dan mesin yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia.

AI memanfaatkan algoritma serta model matematika untuk memberikan kemampuan kepada computer dan system lainnya dalam belajar dari data,  mengenali pola, dan mengambil Keputusan yang bijaksana.

Baca Juga :  Tiga Orang Nagekeo Melawan Krisis Literasi

(Eriana et al., n.d.) Sejarah Artificial Intelligence (AI)  menurut  (Goel and Davies, 2019) mencerminkan perkembangan konsep dan teknologi yang memungkinkan mesin untuk meniru kecerdasan manusia.

Proses ini dimulai pada awal abad ke-20 , Ketika ilmuwan seperti Alan Turing mengenai tes untuk menilai kecerdasan mesin.

Era modern AI secara resmi dimulai pada tahun 1956 dengan diadakannya Konferensi Darthmout yang diprakarsai oleh McCharthy dan koleganya, yang menjadi landasan bagi penelitian AI.

Pada tahun 1950-an hingga1960-an, focus penelitian tertuju pada system berbasis aturan seperti Logic Theorist dan General Problem Solver.

Baca Juga :  Opini | BPK Satu-satunya Penentu Kerugian Keuangan Negara di Proyek Konstruksi

Selanjutnya, pada tahun 1970-an menyaksikan munculnya system pakar yang mengkodifikasi pengetahuan manusia, diikuti oleh perkembangan teknik penalaran berbasis pengetahuan pada tahun 1980-an.

Namun, minat terhadap AI mengalami penurunan, pada akhir 1980-an dalam periode yang dikenal sebagai “musim dingin AI” .

Kebangkitan Kembali terjadi pada tahun 1990-an berkat kemajuan dalam komputasi dan algoritma jaringan saraf.

Memasuki abad ke-21, kita menyaksikan dominasi pembelajaran mesin dan penerapan AI di berbagai sektor, termasuk pengenalan suara,  kendaraan otonom, serta layanan Kesehatan dan keuangan.

Baca Juga :  Pemanfaat Buku Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor: Strategi Bunda Litersi NTT Percepatan Peningkatan Kemampuan Literasi

Saat ini , AI terus mengalami perkembangan yang pesat melalui inovasi teknologi, berintegrasi dengan kebutuhan sehari-hari melalui asisten virtual dan aplikasi pintar, serta membuka potensi transformasi besar bagi peradaban manusia di masa depan.