Scroll untuk baca artikel
Opini

Nilai Tinggi, Karakter Rendah? Saatnya Pendidikan Kita Berbenah

Avatar photo
×

Nilai Tinggi, Karakter Rendah? Saatnya Pendidikan Kita Berbenah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Rosalia Gajung |  Editor: Redaksi
Rosalia Gajung | Mahasiswa Undana
“Nilai Tinggi, Karakter Rendah? Saatnya Pendidikan Kita Berbenah”
Opini | Rosalia Gajung | Mahasiswa Undana

KUPANG | BuletinNTT.com – Kita hidup di masa ketika angka sering dianggap segalanya. Nilai ujian, peringkat kelas, hingga IPK menjadi tolok ukur utama keberhasilan.

Mereka yang angkanya tinggi dipuji, yang nilainya biasa saja sering kali dipandang sebelah mata.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Tetapi pertanyaannya sederhana: apakah angka-angka itu benar-benar mencerminkan kualitas manusia?

Realitas justru menunjukkan sebaliknya. Banyak orang berpendidikan tinggi tersandung kasus korupsi.

Baca Juga :  BM PAN NTT Tegaskan isu Zulkifli Hasan hoaks | Dukung DPP BM PAN Untuk Tempuh Jalur Hukum

Di sekolah, siswa dengan nilai baik belum tentu bebas dari perilaku merundung. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit yang cerdas secara akademik, tetapi gagal dalam hal kejujuran, tanggung jawab, dan empati.

Di titik ini, kita perlu jujur mengakui bahwa ada yang keliru dalam cara kita memaknai pendidikan.

Pendidikan terlalu lama dipersempit menjadi soal hasil, bukan proses. Kita sibuk mengejar angka, tapi lupa membentuk sikap.

Kita bangga pada kecerdasan, tapi abai pada karakter. Padahal, kehidupan tidak hanya menguji apa yang kita tahu, melainkan bagaimana kita bersikap.

Baca Juga :  Pemanfaat Buku Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor: Strategi Bunda Litersi NTT Percepatan Peningkatan Kemampuan Literasi

Karakter bukan pelajaran tambahan yang bisa disisipkan sesekali. Ia adalah fondasi. Tanpa karakter, ilmu bisa menjadi alat yang berbahaya.