Oleh Ino Sengkang
“Fasilitator Membaca Nyaring YASPENSI & Ketua Forum FTBM, Pegiat Literasi NTT, Penulis Cerita Anak Jenjang B3″.
MANGGARAI TIMUR | BuletinNTT.com – Indonesia menatap tahun 2045 sebagai tonggak satu abad kemerdekaan (1945- 2045). Sebuah momentum yang sering disebut sebagai lahirnya “Generasi Emas 2045”.
Habitus generasi ini diharapkan tampil sebagai manusia Indonesia yang unggul: cerdas, berkarakter, kreatif, berdaya saing, serta berakar kuat pada nilai-nilai budaya bangsa.
Generasi emas tidak mungkin lahir secara instan. Ia harus dipersiapkan melalui proses panjang, salah satunya melalui pembangunan budaya literasi sejak dini.
Dalam konteks inilah, Perpustakaan dan Kearsipan Daerah kabupaten Manggarai Timur mengambil peran strategis sebagai penggerak budaya membaca, salah satunya melalui kegiatan Membaca Nyaring yang melibatkan guru, orangtua, pemustaka, dan para pegiat literasi.
Membaca Nyaring: Gerakan Sederhana, Memilki Dampak Luar Biasa.
Kegiatan Membaca Nyaring (Read Aloud) adalah kegiatan membacakan buku dengan suara lantang, jelas, artikulasi, intonasi, gestur kepada anak atau kelompok pendengar agar mereka berdampak biasa mendengar (listening level) mau membaca dan biasa membaca (independent reading) dan memahami isi teks (Jim Tereales).












