KUPANG | BuletinNTT.com – Hujan turun sejak pagi di Kota Kupang, Rabu (11/03/2026). Rintiknya membasahi halaman SMK Negeri 2 Kupang, namun tak satu pun yang beranjak pergi.
Sejak pukul 08.00 WITA, siswa, guru, hingga tamu undangan dari berbagai sekolah dan instansi sudah memadati lokasi.
Payung terbuka, sepatu basah, tapi semangat tetap terjaga. Hari itu bukan sekadar peluncuran—melainkan awal dari sebuah gerakan.
Di sisi timur sekolah, berdiri bangunan yang langsung mencuri perhatian: NTT Mart by One School One Product (OSOP) SMKN 2 Kupang.
Megah, rapi, dan modern. Namun yang membuatnya berbeda, gedung itu bukan dibangun oleh kontraktor besar. Melainkan buah tangan siswa.

Mulai dari desain, konstruksi, hingga penyelesaian akhir, semuanya merupakan bagian dari proses pembelajaran Siswa SMK Negeri 2 Kupang.
Sebuah bukti bahwa sekolah vokasi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghasilkan karya nyata.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, melihat momen ini sebagai tonggak perubahan.
“Ini bukti bahwa anak-anak kita mampu. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang nyata dan bernilai,” ujarnya.












