KUPANG | BuletinNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mencapai target penerimaan sebesar Rp2,8 triliun pada tahun 2026.
Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs. Benhard Menoh, M.T., mengatakan salah satu sumber PAD terbesar masih berasal dari pajak kendaraan bermotor.
Karena itu, pihaknya saat ini fokus mengoptimalkan penerimaan dari sektor tersebut melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Paling besar sumber PAD kita berasal dari pajak kendaraan. Saat ini sedang dioptimalkan penerimaannya dan kami bekerja sama dengan pemerintah daerah karena mereka juga mendapatkan bagian dari penerimaan tersebut,” ujar Bernad.
Selain pajak kendaraan, Bakeuda NTT juga tengah menggenjot penerimaan dari sektor retribusi daerah. Upaya tersebut dilakukan setelah pemerintah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang perubahan atau revisi pajak dan retribusi daerah yang menjadi dasar untuk memperluas objek-objek retribusi baru.
“Dalam satu bulan terakhir ini kami bekerja keras untuk meningkatkan objek-objek baru retribusi yang dapat menjadi sumber PAD,” katanya.












