Sementara itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma menekankan bahwa pendidikan harus melahirkan generasi yang mandiri.
“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi bagaimana mempersiapkan anak-anak kita agar mampu bekerja, memperoleh penghasilan, dan menghidupi diri serta keluarganya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam kemajuan daerah.
“Satu negara bisa maju kalau memiliki inovasi. Tanpa inovasi, sebuah negara akan berjalan di tempat,” tegasnya.
Sekolah Jadi Produsen, Bukan Konsumen
Semangat yang sama disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo. Ia menegaskan bahwa paradigma pendidikan harus berubah.
“Kita ingin mengubah paradigma. Sekolah tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi juga harus menghasilkan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran pusat pemasaran OSOP dan Dapur Flobamora menjadi ruang nyata bagi siswa untuk belajar kewirausahaan secara langsung.
“Anak-anak belajar manajemen ritel, pemasaran, hingga pelayanan. Ini bukan lagi teori,” ujarnya.
Inovasi dari Laut: Smart Bubu dan Abon Ikan
Di tengah peluncuran, perhatian juga tertuju pada inovasi dari SMK Maritim Nusantara Kupang.












