Memasuki gedung, suasana berubah seperti berada di ritel modern. Etalase dipenuhi berbagai produk karya siswa: kain tenun, kerajinan tangan, hingga makanan kemasan yang tertata rapi.
Namun di balik itu, ada filosofi besar yang sedang dibangun—sekolah sebagai pusat produksi.
“Selama ini banyak hasil karya siswa berhenti di ruang praktik. Sekarang kita dorong supaya masuk ke pasar dan punya nilai ekonomi,” tegas Ambros di Hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Dari Sekolah ke Gerakan Besar
Langkah yang dimulai dari SMK Negeri 2 Kupang berlanjut ke SMK Negeri 3 Kupang. Di sana, Pemerintah Provinsi NTT meresmikan Dapur Flobamora—pusat inovasi kuliner berbasis sekolah dalam kerangka OSOP.
Kedatangan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Gubernur, Johni Asadoma, disambut meriah.
Tarian Hegong dari Maumere mengiringi penyambutan, menambah nuansa budaya dalam gerakan ekonomi berbasis pendidikan ini.
Di ruang praktik tata boga, Gubernur Melki Laka Lena mencicipi roti buatan siswa. Ia tampak terkesan.
“Ini kualitasnya tidak kalah dengan yang dijual di luar sana. Rasanya mantap dan sudah sangat layak untuk dipasarkan,” ujarnya.












