
Apresiasi itu berlanjut dalam bentuk nyata. Melki memborong berbagai produk siswa untuk kebutuhan acara di Rumah Jabatan Gubernur.
Sementara Wakil Gubernur Johni Asadoma memesan sekitar 1.000 kotak roti dan kue untuk perayaan Paskah.
Namun bagi Melki, yang lebih penting adalah arah besar yang sedang dibangun.
“Secara konsep memang mirip ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret”.
“Mereka sudah besar dengan modal kuat dan jaringan luas. Kita di NTT Mart memulai dari kecil, tetapi yang penting kita berani memulai,” katanya.

Ia menegaskan, NTT Mart bukan sekadar tempat berjualan, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi baru.
“Kalau desa, komunitas, dan sekolah kita hubungkan, maka ekonomi masyarakat bisa bergerak bersama,” jelasnya.
Konsep tersebut bertumpu pada tiga pilar utama: OVOP (One Village One Product), OCOP (One Community One Product), dan OSOP (One School One Product).












