Kepala sekolah, Jesica Sodakain, menjelaskan produk unggulan mereka berupa Smart Bubu, alat tangkap ikan ramah lingkungan berbasis teknologi.
“Smart Bubu ini dilengkapi kamera dan terhubung dengan aplikasi. Jadi kita bisa memantau dari handphone tanpa harus mengangkat alatnya,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga memproduksi abon ikan tuna yang telah dipasarkan secara luas, bahkan digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis.
“Nilai penjualannya sudah mencapai ratusan juta rupiah. Ini semua hasil kerja guru dan siswa,” ungkap Jesica.
Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala.
“Kendala kami saat ini adalah pengurusan halal dan juga pemodalan. Semua produksi ini dilakukan oleh guru dan siswa,” katanya.
Ke depan, pihaknya berencana membangun rumah produksi agar dapat melibatkan lebih banyak siswa dan alumni.
“Harapannya kami bisa punya rumah produksi sendiri sehingga guru, siswa, dan alumni bisa terlibat,” ujarnya.
DPRD Dorong Hilirisasi dan Digitalisasi
Dukungan terhadap NTT Mart juga datang dari DPRD NTT. Wakil Ketua Komisi III, Kristoforus Loko, menilai program ini sebagai langkah strategis.












