Aku menjalani semua persiapan itu hingga menjelang waktu ujian kelulusan tiba. Pagi itu aku sudah rapi dengan pakaian seragamku dan aku bersiap pergi ke Sekolah.
Aku meminta doa kepada ibuku agar aku dapat melaksanakan ujian dengan baik dan lancar, seketika itu kesedihan kembali menghampiriku karena tidak ada sosok ayah yang memberikan ku semangat ataupun seuntai doa untuk keberhasilan ujianku.
Tapi aku berusaha tegar, dan aku yakin jika aku pasti akan berhasil. Satu minggu lamanya aku melaksanakan ujian akhir, aku berusaha sebaik mungkinbuntuk memperoleh hasil yang baik demi ibuku dan demi diriku sendiri.
Setelah ujian itu berakhir, aku menunggu hasil ujianku dihari kelulusan dengan perasaan cemas dan takut yang bercampur menjadi satu.
Aku takut gagal, aku takut jika tak mampu mepersembahkan yang baik kepada ibuku, aku terus berdoa sembari menunggu hasilnya.
Waktu itu tepat tanggal 5 Mei saat hari kelulusan, suasana sekolah begitu ramai, suasana itu menggambarkan kegembiraan sekaligus kesedihan mendalam karena sebentar lagi akan ada perpisahan.
Aku dan semua teman-temanku mengikuti rangkaian acara kelulusan, hingga sampai pada saat penyerahan amplop kelulusan, semua siswa menggenggam amplop masing-masing dan pada hitungan ketiga semua amplop itu dibuka, tangis haru dan Bahagia begitu mendominasi suasana waktu itu, kami semua dinyatakan lulus.












