Namun semua itu tidak membuat aku memperoleh kasih sayang dari ayah tiriku, meskipun ibuku sudah mengapresiasi apa yang aku peroleh.
Waktu aku duduk dibangku kelas 1 SMA aku mengikuti olimpiade Bahasa Jerman kategori NTT, aku memperoleh hasil yang sangat memuaskan.
Namun, lagi dan lagi hanya ibuku yang mengapresiasi apa yan gaku peroleh.
Saat itu aku sangat membenci sosok seorang laki-laki dalam hidupku, bahkan tak jaranga ku bersikap acuh terhadap teman-teman laki-laki dalam kelasku.
Sehingga pada suatu waktu aku didatangi guru bimbingan Konseling, Beliau cukup tau apa yang aku alami, dan beliau memberikan banyak nasihat yang tidak bisa aku terima begitu saja.
Ia berkata “ Setiap manusia hidup tidak pernah lepas dari masalah, kesedihan,kebahagiaan, kehilangan dan kekecewaan.
Kamu mungkin kecewa dengan seorang yang dengan tega meninggalkanmu bahkan dengan orang yang membencimu, tapi kamu harus tau jika setiap orang memiliki takdir,sifat dan watak yang berbeda.
Jangan berlarut dalam kesedihan dan kekecewaan, melainkan jadikan itu sebagai pengalaman, kenangan sekaligus pembelajaran untuk berbenah, Kamu tidak harus sempurna untuk disukai banyak orang, jadilah dirimu sendiri apapun yang terjadi.












