Awalnya aku menolak untuk mengikuti drama tersebut, namun sosok yang selalu memberiku nasihat waktu aku kehilangan semua harapanku berdiri tepat disampingku menjelma menjadi sosok ibu sekaligus ayah untuk mendukungku yang tak lain ialah guru bimbingan konseling.
Ia berkata kepadaku “ Jangan jadikan pengalaman pahit yang kamu alami sebagai pembatas atau tembok yang kokoh untuk berkreasi dan berkembang, melainkan jadikan itu sebagai pembelajaran agar kamu menjadi sosok yang kuat dan tunjukan bahwa kamu memang pantas disebut anak yang kuat sekaligus cerdas.
Dengan tekad yang sudah sempurna, aku berusaha menepis pemikiran negatif dan maju mengikuti drama tersebut.
Sukses, satu kata yang menggambarkan keberhasilan drama itu, aku berhasil meski terasa sesak aku merasakan dadaku tercekat mengingat alur drama yang begitu epic dengan kehidupanku.
Hari itu aku merasakan kesedihan yang berkali lipat, aku merasa sangat terpukul mengingat drama tersebut yang seakan berputar memenuhi isi kepalaku.
Aku memperoleh banyak penghargaan yang membuatku Bahagia sekaligus sedih, pasalnya akubingin mempersembahkan apa yang aku peroleh kepada kedua orang tuaku, tetapi aku hanya mampu mepersembahkannya kepada ibuku.












