Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini | Papua Tidak Membutuhkan Lebih Banyak Kematian, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Avatar photo
×

Opini | Papua Tidak Membutuhkan Lebih Banyak Kematian, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Sebarkan artikel ini
Reporter: Karni Lando |  Editor: Redaksi
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Merantau seharusnya menjadi pilihan, bukan keterpaksaan. Bangunlah NTT agar anak-anaknya pergi untuk mencari pengalaman, bukan karena di tanah kelahirannya mereka tidak menemukan masa depan.” 

Oleh : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

JAKARTA | BuletinNTT.com — Kematian tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, pada 9 September 2026 bukan sekadar berita kriminal.

Ini adalah tragedi kemanusiaan sekaligus alarm keras bagi negara tentang keselamatan masyarakat sipil dan aparatur pemerintah yang bekerja di wilayah rawan konflik.

Baca Juga :  Rumah Hancur, Kuliah Terancam Putus: 139 Mahasiswa Manggarai di Makassar Minta Perhatian Pemprov NTT

Mereka bukan datang untuk berperang. Mereka datang menjalankan tugas, memberikan pelayanan dan mendukung pembangunan masyarakat.

Namun, mereka tidak kembali kepada keluarga dalam keadaan hidup.

Pertanyaan mendasarnya sederhana: mengapa orang yang datang untuk bekerja, melayani dan membangun harus mempertaruhkan nyawanya?

Jika kondisi seperti ini mulai dianggap sebagai sesuatu yang biasa, maka ada persoalan serius dalam cara negara melindungi rakyatnya.

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Kita Boleh Marah, Tetapi Jangan Salah Menentukan Sasaran. Kita wajar sedih dan marah atas pembunuhan tersebut.