Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Ririn Sait || Tumbuh Tanpa Cinta dan Sosok Seorang Ayah

Avatar photo
×

Ririn Sait || Tumbuh Tanpa Cinta dan Sosok Seorang Ayah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ririn Sait |  Editor: Redaksi
Foto : Yuliana Ririn Sait - Penulis Cerpen

Aku sangat Bahagia bisa menempuh titik tersebut. Setelah itu, tibalah saat yang ditunggu-tunggu, dimana akanbdibacakan peringkat kelulusan yang terdapat 10 lulusan terbaik.

Pembacaan dimulai dari rangking 10 ke bawah. Saat pembacaan rangking ke 3, aku sudah putus asa, aku melirik sekilas ke ibuku, seketika itu juga air mataku menetes, aku sudah sangat yakin bahwa aku tidak akan mendapatkan itu semua.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Ibuku memberiku isyarat seolah-olah dia tidak mempermasalahkan hal itu dan akupun kembali fokus pada pembacaan itu.

Baca Juga :  HUT ke-64 Jemaat Ebenheser, Yaspora NTT Titip Harapan Lewat Buku untuk Anak-anak

Pada saat selesai pembacaan rangking , petugas yang membaca menjeda prosesnya selama kurang lebih 5 menit.

Hal itu tentu saja membuat kami semua baik siswa maupun orang tua menjadi penasaran dan bertanya-tanya, siapakah yang memperoleh rangking 1?

Saat itu juga kepala sekolah mengambil alih untuk membaca 1 nama terakhir yang menduduki rangking 1.

Ia menatap kami semua muridnya kemudian mulai membaca; “Rangking 1 umum perolehan nilai tertinggi rata-rata diraih oleh siswa atas nama……Yuliana Ririn Sait “ katanya sambil melihat ke arahku.

Baca Juga :  Dosen FKM Undana Kembangkan Kebun Gizi Mandiri di SoE, Dorong Pencegahan Stunting
Foto : Yuliana Ririn Sait – Penulis Cerpen

Aku tercekat, seakan sedang bermimpi. Aku berlari menghampiri ibuku, memeluknya dengan begitu erat sambil menumpahkan segala kebahagiaanku, aku sangat Bahagia, ucapan syukur dan terima kasih tak hentinya keluar dari bibirku.