Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Avatar photo
×

Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Karni Lando |  Editor: Redaksi
. Ir. Karolus Karni Lando, MBA. | Warga Diaspora NTT di Jakarta

Oleh : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA. | Warga Diaspora NTT di Jakarta

“Jangan menunggu mata air mengering, kebun kehilangan kesuburan, dan kampung kehilangan rasa aman, baru kita menyesali keputusan pembangunan.” 

JAKARTA | BuletinNTT.com – Saya menyatakan dukungan terhadap sikap Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, dan langkah Keuskupan Agung Ende yang memperjuangkan peninjauan kembali penetapan Flores sebagai Pulau Panas Bumi.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Bagi saya, perjuangan ini bukan semata-mata penolakan terhadap energi panas bumi. Ini merupakan panggilan moral untuk menjaga tanah, air, keselamatan, dan masa depan masyarakat Flores.

Baca Juga :  Julie Sutrisno Laiskodat Pacu Atlet Kempo NTT, World Taikai 2027 Jadi Target Utama

Flores adalah rumah bersama. Di pulau ini, masyarakat mewarisi kampung halaman, tanah adat, kebun, sumber air, tempat ibadah, serta warisan leluhur yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Karena itu, setiap kebijakan pembangunan energi harus menghormati kehidupan yang telah tumbuh di atas tanah Flores. Kemajuan tidak boleh mengorbankan keselamatan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Potensi Energi Tidak Otomatis Menjamin Keamanan

Flores memang memiliki potensi panas bumi. Pemerintah telah menetapkan Flores sebagai Pulau Panas Bumi melalui kebijakan Kementerian ESDM pada 2017.