Scroll untuk baca artikel
Daerah

Aliansi Cipayung Plus dan Sopir Pick Up Kupang: Jangan Giriring Opini Publik, Dengarkan Suara Rakyat NTT

Avatar photo
×

Aliansi Cipayung Plus dan Sopir Pick Up Kupang: Jangan Giriring Opini Publik, Dengarkan Suara Rakyat NTT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com — Aliansi Cipayung Plus Kupang bersama Sopir Pick Up Kupang menyayangkan pernyataan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, terkait aksi demonstrasi yang berlangsung pada 4 Mei 2026 dan 7 Mei 2026 di Kantor Gubernur NTT.

Aliansi menilai pernyataan tersebut berpotensi menggiring opini publik dan mendelegitimasi gerakan rakyat yang sedang memperjuangkan hak-hak sosial masyarakat kecil di Nusa Tenggara Timur.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Koordinator Umum Aliansi Cipayung Plus Kupang dan Sopir Pick Up Kupang, A. Suhaimi Mohamad, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan semata gerakan sopir pick up seperti narasi yang dibangun pemerintah daerah, melainkan gerakan bersama dalam momentum perjuangan MAY DAY 2026.

Baca Juga :  Muscab Serentak PAN se-Alor Meriah, Ahmad Yohan: PAN Harus Jadi Rumah Perjuangan Rakyat

“Jangan sampai ada upaya penggiringan opini yang kemudian menjadi bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat rakyat”.

“Ini bukan sekadar aksi sopir pick up. Ini adalah gerakan rakyat yang membawa persoalan buruh, pendidikan, dan ketidakadilan sosial yang selama ini terjadi di NTT,” tegas Suhaimi dalam keterangannya, Jumat (08/05/2026).

Menurutnya, aksi tersebut merupakan konsolidasi rakyat yang melibatkan Aliansi Cipayung Plus Kupang dan Sopir Pick Up Kupang dengan membawa isu besar terkait ketimpangan buruh, pendidikan, serta hak hidup masyarakat kecil di NTT.