Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat dalam hitungan bulan, tetapi dalam rentang waktu bertahun-tahun, kebiasaan membaca yang tumbuh sejak dini akan membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat.
Panggilan Bersama untuk Masa Depan
Dalam sambutannya menutup kegiatan Membaca Nyaring, bapak wakil bupati Manggarai Timur, Tarsi Syukur menuturkan bahwa Perpustakaan dan Kearsipan Daerah kabupaten Manggarai Timur, melalui kegiatan Membaca Nyaring yang melibatkan guru, orang tua, pemustaka, dan pegiat literasi, telah menjelma menjadi simpul penggerak budaya baca di daerah.
Inisiatif ini adalah sebuah panggilan bersama bahwa membangun Generasi Emas 2045 tidak bisa ditunda dan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, ” Tutur bapak Tarsi penuh wibawa.
Akhirnya, budaya Membaca Nyaring harus ditanamkan sejak dini dari rumah, dikuatkan di lingkungan masyarakat, difasilitasi oleh perpustakaan, dan diperkokoh oleh guru di sekolah.
Ketika keempat ruang ini bergerak secara selaras, maka cita-cita melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing bukanlah sekadar mimpi, melainkan sebuah keniscayaan.
Dari Manggarai Timur, dari kegiatan Membaca Nyaring yang mungkin tampak sederhana, harapan besar tentang masa depan bangsa sedang ditumbuhkan. Rumusnya sederhana, latihan, latihan dan latihan.












