Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini | Bank NTT dan Godaan Kekuasaan: KUR untuk Rakyat, Bukan untuk Partai

Avatar photo
×

Opini | Bank NTT dan Godaan Kekuasaan: KUR untuk Rakyat, Bukan untuk Partai

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Yohanes Rumat | Anggota Komisi III DPRD NTT Fraksi PKB
Opini | Bank NTT dan Godaan Kekuasaan: KUR untuk Rakyat, Bukan untuk Partai

Oleh: : Yohanes Rumat, SE | Anggota Komisi 3 DPRD NTT Fraksi PKB

KUPANG | BuletinNTT.com – Ada satu pertanyaan sederhana tetapi serius yang perlu diajukan setelah beredarnya Memo Internal Bank NTT Nomor 462/DMKK/VIII/2026 tanggal 11 Agustus 2026.

Apakah Bank NTT sedang menjalankan strategi bisnis, atau sedang terlalu dekat dengan kepentingan politik?

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Pertanyaan ini muncul bukan karena Bank NTT menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Justru KUR harus didukung karena merupakan instrumen penting untuk membantu UMKM dan masyarakat kecil.

Baca Juga :  Hakim Tolak Praperadilan Tiga Anggota DPRD TTU, Ini Empat Alasannya

Bank NTT sendiri pada 2026 kembali dipercaya menyalurkan KUR dengan plafon awal Rp350 miliar, setelah sebelumnya sempat berhenti sebagai penyalur karena persoalan kredit bermasalah.

Yang menjadi persoalan adalah cara KUR tersebut dikemas dan dengan siapa Bank NTT berkolaborasi.

Memo Bank NTT itu secara eksplisit menyebut bahwa kegiatan merupakan tindak lanjut surat Panitia HUT ke-81 RI DPD Partai Golkar NTT tentang “Permohonan Dukungan Kolaborasi Kegiatan.” Bahkan lokasi kegiatan disebut berlangsung di gedung DPD/DPC Partai Golkar atau lokasi yang dikoordinasikan di daerah.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Lebih menarik lagi, rangkaian acara mencantumkan sambutan Ketua DPD Golkar NTT, perwakilan Bank NTT dan arahan Gubernur NTT. “Di sinilah persoalan tata kelola mulai muncul”.

Bank NTT bukan Bank Golkar

Bank NTT memang BUMD. Pemerintah daerah adalah pemegang saham dan Gubernur dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham pengendali mempunyai peran dalam RUPS.