Faktanya saat ini Perpusda dituntut menjadi pusat pelibatan publik aktivitas literasi masyarakat: ruang belajar, ruang diskusi, ruang kreasi, sekaligus ruang perjumpaan lintas usia dan latar belakang. Hal itu terbukti dari kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sebab peserta yang hadir berasal dari 12 kecamatan di kabupaten Manggarai Timur.
Ijinkan saya, menukik lebih dalam jika saya tidak keberatan mengungkapkan Perpustakaan Daerah Kabupaten Manggarai Timur sebagai ruang peradaban telah menunjukkan transformasi generasi menuju generasi emas 2045 melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Membaca Nyaring.
Melalui kegiatan ini, perpustakaan tidak lagi berdiri sebagai institusi atau gedung beku di tengah panasnya kota Borong yang berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir sebagai representatif Sahabat Literasi lebih giat belajar, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa dan masyarakat Manggarai Timur pada umumnya.
Dengan demikian, dari tiga kategori di atas sebanyak 150 orang peserta mengalami kegembiraan, sukacita, memuaskan, antusias dan terlibat aktif dalam praktik Membaca Nyaring.
Membangun Budaya Membaca Sejak Dini Di Mulai dari Rumah
Hemat saya, ‘bisa atau biasa’ membaca bukanlah hasil turunan genetik dari lintas generasi.












