Kegiatan Membaca Nyaring yang diikuti oleh para guru di Manggarai Timur membuka ruang refleksi sekaligus transformasi praktik pembelajaran.
Membaca tidak lagi dipahami sebagai tugas semata guru, tetapi sebagai pengalaman yang hidup dan bisa dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari dari peserta didik.
Cerita-cerita yang dibacakan menjadi pengantar untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, toleransi, cinta tanah air, serta kepedulian sosial—nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam menyiapkan Generasi Emas 2045.
Menuju Generasi Emas 2045: Literasi sebagai Pondasi Utama
Generasi Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara karakter dan mampu kolaborasi dan berpikir kritis.

Semua itu, tidak mungkin tercapai tanpa fondasi literasi yang kokoh. Literasi memungkinkan seseorang memahami informasi, mengolah pengetahuan, mengambil keputusan secara bijak, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.
Selain itu, apa yang dilakukan oleh Perpustakaan dan Kearsipan Daerah kabupaten Manggarai Timur melalui kegiatan Membaca Nyaring sesungguhnya adalah investasi jangka panjang.












