Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Pembangunan Infrastruktur di NTT di Tengah Krisis Fiskal: Antara Kebutuhan Dasar dan Keterbatasan Anggaran

Avatar photo
×

Opini : Pembangunan Infrastruktur di NTT di Tengah Krisis Fiskal: Antara Kebutuhan Dasar dan Keterbatasan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Reporter: Chely Nganggus |  Editor: Redaksi
Marselinus Anggur Ngganggus, Anggota DPRD Provinsi NTT, Komisi IV Fraksi PKB
Opini : Pembangunan Infrastruktur di NTT di Tengah Krisis Fiskal: Antara Kebutuhan Dasar dan Keterbatasan Anggaran
Oleh : Marselinus Anggur Ngganggus, Anggota DPRD Provinsi NTT, Komisi IV Fraksi PKB

KUPANG | BuletinNTT.com – Nusa Tenggara Timur menghadapi paradoks pembangunan yang khas. Di satu sisi, indikator ketertinggalan infrastruktur masih tinggi: indeks konektivitas jalan, akses air bersih, dan elektrifikasi belum merata.

Di sisi lain, APBN dan APBD tengah berada dalam tekanan fiskal akibat penerimaan yang fluktuatif, beban utang, dan kebutuhan belanja wajib yang meningkat.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Pertanyaan kebijakan yang muncul bukan lagi apakah infrastruktur perlu dibangun, melainkan bagaimana membangun dengan keterbatasan fiskal tanpa memperlebar kesenjangan wilayah.

Baca Juga :  Elias Koa Tegas: Imelda Anin dan Kasmirus Kopong Masih GM dan WGM Sah Kopdit Swasti Sari

Tulisan ini berargumen bahwa di NTT, infrastruktur harus diposisikan sebagai investasi produktif, bukan belanja konsumtif, dan harus dijalankan dengan strategi prioritas, efisiensi, dan pembiayaan alternatif.

Konteks Fiskal dan Kondisi Infrastruktur NTT

Krisis fiskal nasional berdampak langsung pada transfer ke daerah. Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Desa yang menjadi sumber utama pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota di NTT mengalami rasionalisasi.