SIKKA | BuletinNTT.com — Tawa anak-anak kembali terdengar di tengah suasana tenda pengungsian di Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Senin (31/08/2026).
Di tengah situasi pasca gempa yang masih dirasakan masyarakat, anak-anak penyintas mendapat kesempatan untuk sejenak melupakan suasana pengungsian melalui kegiatan bermain dan belajar bersama.
Momen itu hadir melalui program Sekolah Ceria Respons Darurat Pendidikan (RDP) yang merupakan kolaborasi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sikka bersama Dompet Dhuafa.
Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan para relawan. Mereka diajak bermain, menggambar, melukis, bercerita dan belajar bersama.
Salah satu permainan sederhana yang dilakukan adalah melempar bola dengan mata tertutup. Permainan tersebut membuat anak-anak tertawa dan semakin berani berinteraksi dengan teman-temannya.
Suasana yang awalnya sederhana di tenda pengungsian pun berubah menjadi lebih hangat. Anak-anak saling bercanda, mengikuti permainan dan menunjukkan hasil gambar mereka.
Ketua Forum TBM Kabupaten Sikka, Gregorio Cabral Ferreira, mengatakan kolaborasi bersama Dompet Dhuafa menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak terdampak gempa.












