Sekilas tampak sederhana, tetapi praktik ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap perkembangan kognitif, bahasa, emosi, dan karakter anak.
Anak-anak yang sering mendengarkan cerita yang dibacakan akan lebih kaya kosakata, memiliki daya imajinasi yang kuat, mampu mengekspresikan perasaan dengan lebih baik, berpikir kritis (critical thinking) serta menunjukkan minat baca yang tinggi.
Kegiatan yang berlangsung tiga hari sejak Rabu 3 hingga Jumat 5 Desember 2025 diprakarsai pemerintah kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur melalui dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah kabupaten Manggarai Timur.
Kegiatan yang sangat penting tersebut, dibuka oleh Drs Aufridus Jahang, selaku kepala dinas Perpustakaan, yang melibatkan orang dewasa sebagai pelaku utama.
Selanjutnya, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas SH. M. Hum dalam sambutan yang dibacakan oleh kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Manggarai Timur bahwasanya perpustakaan salah satu wahana belajar masyarakat untuk mendukung peningkatan pendidikan saat ini, sehingga perlu pelibatan publik dan terus berinovasi agar perpustakaan menjadi pusat pembelajaran masyarakat dalam rangka mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












