
“Kami bukan hanya mendidik mahasiswa untuk pintar, tapi juga untuk berperilaku baik di masyarakat. Jadi keluhan ini kami jadikan masukan penting untuk memperbaiki diri,” tutur Yohanes.
Koordinasi Pemerintah dan Warga
Di sisi lain, Yohanes mengingatkan agar pembangunan polisi tidur mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah. Ketinggian dan bentuk yang tidak sesuai bisa membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua.
“Kalau memang aparat desa tidak bisa menanganinya, kami harap dinas perhubungan bisa turun langsung. Karena yang ada sekarang itu bukan polisi tidur, tapi polisi jongkok,” ujarnya dengan nada berseloroh.
Ia menegaskan, kampus tidak ingin persoalan tersebut memperkeruh hubungan antara kampus dan masyarakat.
“Kami ingin situasi ini menjadi pembelajaran bersama. Jangan sampai momen ini justru membuat kita saling menyalahkan. Mahasiswa butuh lingkungan yang aman, warga juga butuh kenyamanan. Jadi mari kita cari titik temu,” tegas Yohanes.
Harapan untuk Kolaborasi Positif
Menutup pernyataannya, Yohanes mengajak seluruh pihak — baik pemerintah desa, warga, maupun aparat — untuk membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai.










