“Kampus kami terbuka untuk menerima masukan. Kalau warga merasa terganggu, kami siap duduk bersama. Jangan sampai persoalan seperti ini memicu ketegangan setiap tahun,” katanya.
Menurut Yohanes, hubungan baik antara masyarakat dan kampus penting dijaga karena kehadiran STIKES Maranatha juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan.
“Kampus ini membawa nama baik daerah. Banyak mahasiswa dari luar datang ke sini, otomatis lingkungan juga ikut dikenal. Jadi alangkah baiknya kalau kita saling mendukung, bukan saling menyalahkan,” tambahnya.
Langkah Tegas dan Pembinaan Internal
Terkait tudingan warga bahwa sebagian mahasiswa sering mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di sekitar jalan kampus, Yohanes mengakui pihak kampus akan mengambil langkah tegas melalui pembinaan internal.
“Kami sudah keluarkan surat pemberitahuan kepada mahasiswa. Kami ingatkan agar tidak kebut-kebutan dan tetap tertib saat berkendara. Ini sudah kali kedua kami lakukan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pihak kampus memiliki komitmen tinggi untuk menanamkan disiplin dan etika publik kepada mahasiswa.
Menurutnya, pendidikan karakter dan tanggung jawab sosial menjadi bagian dari proses pembentukan tenaga kesehatan yang berintegritas.










