ENDE | BuletinNTT.com — Di tengah suasana pasca gempa yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Flores, semangat anak-anak untuk belajar dan bermain terus dijaga.
Di Kamubheka, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Pintar Floresta Kamubheka menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk kembali menemukan keceriaan sekaligus memperkuat budaya literasi sejak dini.
Melalui kegiatan belajar, membaca dan aktivitas bersama, anak-anak diajak untuk tetap bersemangat meski situasi pasca bencana belum sepenuhnya kembali normal.
Bagi anak-anak, buku bukan sekadar kumpulan tulisan. Buku menjadi jendela untuk mengenal dunia, mengembangkan imajinasi dan menjaga mimpi di tengah berbagai keterbatasan yang muncul setelah bencana.
Direktur Rumah Pintar Floresta Kamubheka Maukaro, Safrianus Nasib, mengatakan perhatian terhadap pendidikan anak tidak boleh berhenti dalam situasi apa pun, termasuk ketika masyarakat sedang menghadapi masa pemulihan pascagempa.
Menurutnya, anak-anak merupakan generasi masa depan yang harus terus didampingi agar tetap memiliki ruang untuk belajar, bermain dan mengembangkan potensi.
“Anak-anak adalah generasi emas. Karena itu, semangat belajar dan budaya literasi harus terus kita hidupkan sejak dini,” menjadi semangat yang dibangun Rumah Pintar Floresta Kamubheka, ujar Safrianus, Sabtu (29/08/2026).












