Mendengar hal itu, Gaudensia mengaku sangat terpukul dan menyesal telah memarahi bahkan memukul anaknya.
“Anak saya tidak mencuri. Tapi dia sudah terlanjur trauma,” katanya.
Minta Pemulihan Nama Baik
Meski kebenaran telah terungkap, Gaudensia menyayangkan pihak sekolah tidak mengumumkan secara terbuka bahwa YA tidak bersalah.
Ia berharap ada klarifikasi di hadapan siswa dan guru agar nama baik anaknya dipulihkan.
“Saya hanya minta umumkan bahwa anak saya tidak mencuri. Jangan korbankan anak kecil demi nama sekolah,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, YA belum kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar meski sedang dalam masa ujian.
Pihak keluarga mengaku mempertimbangkan langkah pengaduan ke instansi pendidikan hingga ke tingkat provinsi demi mendapatkan keadilan.
“Kami memang miskin, tapi kami punya harga diri,” tutup Gaudensia.












