Langkah ini dinilai penting dalam menunjang salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada aspek pendidikan dalam transformasi layanan Posyandu.
Ketua TP PKK Provinsi NTT, Asty Laka Lena, mendorong agar Posyandu Satu Hati terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).
“Saat ini Posyandu Satu Hati sudah menerapkan empat SPM. Ke depan kita dorong agar bisa memenuhi enam SPM secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian Posyandu Satu Hati yang berhasil meraih peringkat kedua sebagai Posyandu terbaik tingkat Provinsi NTT.
Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Posyandu Satu Hati yang akan mewakili NTT dalam lomba Posyandu tingkat nasional tahun 2026.
Ketua TP. PKK Provinsi NTT, berharap dengan dukungan lintas sektor, termasuk penguatan literasi melalui penyediaan bahan bacaan dan fasilitas pojok baca, Posyandu hendaknya tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.












