KUPANG | BuletinNTT.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Santo Andreas Lasiana menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi dan kanker bagi perempuan, yang diikuti 40 anggota WKRI serta lebih dari 50 ibu-ibu dan kaum muda dari sejumlah Komunitas Umat Basis (KUB) di lingkungan paroki.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni dr. Kevin Rebo, dr. Theofila Tamo Ina, dan bidan Nataliansy S. Malehere, SST., M.Keb, yang memaparkan pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks sebagai upaya pencegahan sejak awal.
Ketua Bidang Organisasi WKRI Paroki Santo Andreas Lasiana, Jasintha Ivony G.W. Ngongo, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan.
Sementara dari organisasi, sekaligus diadakan sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah ditetapkan dalam Kongres XXI WKRI Tahun 2023.
“AD/ART wajib disosialisasikan kepada seluruh anggota. Dari sanalah program kerja disusun mulai dari tingkat pusat hingga ke ranting.
Karena paroki kita sudah resmi menjadi paroki, bukan lagi kuasi, maka secara organisasi status kita harus naik dari ranting menjadi Dewan Pengurus Cabang (DPC),” jelasnya.
Namun, untuk menjadi cabang, WKRI Paroki Santo Andreas Lasiana harus memenuhi syarat minimal memiliki dua ranting di bawahnya. Saat ini baru terbentuk satu ranting.












