Karena itu, ketika muncul persoalan intimidasi terhadap seorang tenaga medis, menurut Lani, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh orang yang terlibat langsung. Rasa aman tenaga medis lainnya juga perlu diperhatikan.
“NTT sangat membutuhkan tenaga medis yang cukup banyak. Bayangkan kalau satu sikap ini memengaruhi satu korban, dokter Icha, itu sangat-sangat memengaruhi kondisi tenaga medis lainnya,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting karena NTT masih membutuhkan banyak dokter dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Di Balik Nama dr. Icha, Ada Seorang Anak yang Dicintai
Di tengah perdebatan mengenai proses hukum, menurut Lani Koro, ada satu hal yang sering kali terlupakan: dr. Icha bukan hanya bagian dari sebuah perkara. Ia adalah seorang anak yang dicintai keluarganya.
Ia adalah seorang dokter muda yang pernah memiliki cita-cita, pekerjaan, teman, keluarga dan kehidupan yang ingin dijalani.
Ketika ia pergi, yang tertinggal bukan hanya berkas perkara. Ada rumah yang kehilangan suara seorang anak. Ada keluarga yang harus belajar menjalani hari-hari tanpa kehadirannya. Dan ada orang-orang terdekat yang masih berusaha memahami mengapa semua itu harus terjadi.












