Scroll untuk baca artikel
Hukum Kriminal

Suara Perempuan untuk Almarhumah dr. Icha: Ketika Keluarga Masih Menanti Keadilan di Tengah Luka yang Belum Sembuh

Avatar photo
×

Suara Perempuan untuk Almarhumah dr. Icha: Ketika Keluarga Masih Menanti Keadilan di Tengah Luka yang Belum Sembuh

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Sara Leri Mboik | Aktivis Perempuan

“Keluarga tentu merasa ini menambah luka lagi, mengorek luka, bahkan menambah luka baru bagi keluarga,” ujar Lani.

Dr. Lani Koro | Akademisi

Keluarga, kata Lani, telah melewati masa kehilangan yang tidak mudah. Ketika proses hukum kemudian berjalan, mereka kembali harus mengikuti setiap tahapan dan perkembangan perkara yang berkaitan dengan orang yang mereka cintai.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Karena itu, ia berharap proses hukum terhadap kasus dr. Icha dapat dilakukan secara serius, transparan dan memberikan kepastian.

Menurut Lani, perhatian terhadap perkara tersebut juga tidak boleh berhenti pada persoalan siapa yang menjadi tersangka atau apakah dilakukan penahanan.

Baca Juga :  Praperadilan Tiga Anggota DPRD TTU Ditolak, Kuasa Hukum: Kemenangan Seluruh Tenaga Kesehatan

Ada pesan yang jauh lebih besar mengenai bagaimana tenaga medis diperlakukan ketika menjalankan tugas.

Jangan Sampai Dokter Takut Menjalankan Tugas

Lani mengingatkan bahwa tenaga medis merupakan bagian penting dalam pelayanan masyarakat. Dokter dan tenaga kesehatan setiap hari berhadapan dengan pasien yang datang dalam berbagai kondisi.

Ada pasien yang cemas, keluarga yang panik, hingga situasi pelayanan yang penuh tekanan.

Dalam kondisi seperti itu, tenaga medis tetap dituntut untuk bekerja secara profesional.