Scroll untuk baca artikel
Hukum Kriminal

Ironi di Tengah Kampanye Kampus Bebas Kekerasan, Rektor IAKN Kupang Justru Jadi Korban

Avatar photo
×

Ironi di Tengah Kampanye Kampus Bebas Kekerasan, Rektor IAKN Kupang Justru Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com — Rektor Instut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., mengaku menjadi korban dugaan pemukulan di lingkungan kampus.

Peristiwa tersebut terjadi pada 31 Agustus 2026 dan telah dilaporkan ke Polresta Kupang.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Kasus ini menjadi perhatian publik, pihak yang disebut dalam laporan tersebut adalah Harun Natonis (HN), mantan Rektor IAKN Kupang.

Made mengaku masih terguncang setelah kejadian tersebut, meski telah mendapat perawatan di rumah sakit. Kondisi itu membuatnya berencana berkonsultasi dengan psikolog.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Izhak Rihi : Klien Saya Korban Penipuan, Rp850 Juta Bukan Uang Suap

“Saya masih shock dengan kejadian ini. Saya juga sudah janjian dengan psikolog untuk konsultasi,” kata Made, Rabu (02/09/2026).

Ironis di Tengah Kampanye Kampus Bebas Kekerasan

Bagi Made, peristiwa tersebut terasa ironis. Pasalnya, IAKN Kupang selama ini mendorong terciptanya lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan maupun bullying.

Namun, kata dia, dugaan kekerasan justru dialaminya di lingkungan kampus sendiri.

“Kita kampanyekan kampus bebas tindakan kekerasan, bullying dan sejenisnya. Namun ini malah terjadi pada diri saya, yang dilakukan oleh orang terhormat dan mantan rektor,” ujarnya.

Baca Juga :  Fransisco Bessi , Polemik Kopdit Swasti Sari: Legalitas Kepengurusan Diuji di Pengadilan
Dr. I Made Suardana, M.Th., | Rektor IAKN Kupang