KUPANG | BuletinNTT.com — Rektor Instut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., mengaku menjadi korban dugaan pemukulan di lingkungan kampus.
Peristiwa tersebut terjadi pada 31 Agustus 2026 dan telah dilaporkan ke Polresta Kupang.
Kasus ini menjadi perhatian publik, pihak yang disebut dalam laporan tersebut adalah Harun Natonis (HN), mantan Rektor IAKN Kupang.
Made mengaku masih terguncang setelah kejadian tersebut, meski telah mendapat perawatan di rumah sakit. Kondisi itu membuatnya berencana berkonsultasi dengan psikolog.
“Saya masih shock dengan kejadian ini. Saya juga sudah janjian dengan psikolog untuk konsultasi,” kata Made, Rabu (02/09/2026).
Ironis di Tengah Kampanye Kampus Bebas Kekerasan
Bagi Made, peristiwa tersebut terasa ironis. Pasalnya, IAKN Kupang selama ini mendorong terciptanya lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan maupun bullying.
Namun, kata dia, dugaan kekerasan justru dialaminya di lingkungan kampus sendiri.
“Kita kampanyekan kampus bebas tindakan kekerasan, bullying dan sejenisnya. Namun ini malah terjadi pada diri saya, yang dilakukan oleh orang terhormat dan mantan rektor,” ujarnya.











