Kasmirus menegaskan, dari kelima prinsip tersebut, karakter dan kemampuan membayar menjadi perhatian utama dalam proses pemberian pinjaman.
“Jaminan terbesar bukan hanya barang, tetapi karakter anggota. Ketika seseorang memiliki karakter yang baik, ia akan berusaha memenuhi tanggung jawabnya,” katanya.
Ia juga mengibaratkan proses survei seperti seorang dokter yang melakukan pemeriksaan sebelum memberikan obat kepada pasien.
Petugas koperasi perlu mendapatkan informasi yang benar agar keputusan pinjaman yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggota.
Karena itu, Kasmirus meminta anggota untuk terbuka dan jujur saat proses survei, terutama mengenai kondisi pendapatan dan kemampuan membayar.
“Informasi yang benar akan membantu koperasi memberikan solusi yang tepat. Jangan sampai pinjaman yang seharusnya membantu justru menjadi kesulitan karena tidak sesuai kemampuan,” tambahnya.
Melalui program SOS, Wakkl GM Kopdit Swasti Sari Kasmirus Kopong berharap anggota semakin memahami pentingnya pengelolaan pinjaman secara bijak serta menjadikan koperasi sebagai mitra dalam membangun kesejahteraan ekonomi keluarga.
“Kopdit Swasti Sari ingin menjadi rumah besar bagi anggota, koperasi kredit yang terus tumbuh, terpercaya, dan memberikan manfaat nyata,” pungkas Kasmirus.












