Literasi keuangan membekali perempuan dalam mengelola keuangan keluarga maupun usaha.
Literasi sains membuka wawasan terhadap perkembangan pengetahuan.
Literasi digital membantu perempuan menghadapi perkembangan teknologi sekaligus memilah informasi.
Literasi numerasi memperkuat kemampuan memahami data dan persoalan sehari-hari.
Sementara literasi menulis memberikan ruang bagi perempuan untuk mengabadikan pengalaman, menyampaikan gagasan dan bersuara.
Ast Laka Lena: Jangan Jadikan Perempuan Hanya sebagai Objek Program
Asti menegaskan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam gerakan tersebut.
TP PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, Dekranasda, perangkat daerah, komunitas, dunia usaha dan mitra pembangunan diharapkan tidak bekerja sendiri-sendiri.
“Yang ingin kami bangun bukan lima kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi satu gerakan yang saling menguatkan.
“Ada yang bekerja pada perlindungan, kesehatan, pendidikan, karya ekonomi, budaya, dan literasi”.
“Ketika peran dan sumber daya dibagikan dengan jelas, manfaatnya bisa lebih luas dan tindak lanjutnya juga lebih terukur,” kata Asti.













