KUPANG | BuletinNTT.com – Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara, parade, atau seremoni tahunan. Bagi perempuan, kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari: bebas dari kekerasan, memiliki akses terhadap kesehatan dan pendidikan, mampu mengelola kehidupan ekonomi, berani menyampaikan pendapat, serta memiliki kemampuan untuk menentukan masa depan dirinya dan keluarganya.
Pesan tersebut menjadi semangat utama gerakan “Perempuan Merdeka Berliterasi” yang digagas Pokja Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ketua Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, Dekranasda sekaligus Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena atau Asti Laka Lena, menegaskan bahwa literasi harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun perempuan yang lebih aman, sehat, mandiri, produktif dan berdaya.
“Perempuan merdeka adalah perempuan yang memiliki ruang untuk merasa aman, menjaga kesehatan, terus belajar, berkarya, dan menyampaikan gagasannya. Literasi memberi perempuan bekal untuk memahami pilihan, mengenali risiko, mengelola kehidupan, dan ikut menentukan masa depan keluarga serta lingkungannya,” tegas Asti.












