Scroll untuk baca artikel
Daerah

Perempuan Merdeka Berliterasi, Asti Laka Lena Dorong Perempuan NTT Berani Bersuara dan Menentukan Masa Depan

Avatar photo
×

Perempuan Merdeka Berliterasi, Asti Laka Lena Dorong Perempuan NTT Berani Bersuara dan Menentukan Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Kolaborasi TP. PKK, TP. Posyandu, Pokja Bunda PAUD, Dekranasda dan Pokja Bunda Literasi Provinsi NTT dalam Kegiatan Perempuan Merdeka Berlitarasi

Kegiatan ini memperkuat literasi menulis, numerasi dan digital melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba menulis esai dengan tema “Makna Kemerdekaan bagi Perempuan”.

Peserta dapat mengangkat sejumlah subtema, antara lain “Perempuan Merdeka Berkarya tanpa Takut Berkata”, “Menulis sebagai Jalan Kemerdekaan Perempuan”, “Ibu sebagai Sekolah Literasi Bersama”, serta “Laki-laki Hebat Menghargai Perempuan”.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Ada pula lomba menulis surat untuk perempuan inspiratif oleh kaum laki-laki dengan subtema seperti “Untuk Perempuan Hebat dalam Hidupku”, “Perempuan Merdeka dalam Hidupku”, “Perempuan Tangguh di Tengah Perubahan Teknologi”, dan “Perempuan yang Mengubah Hidupku”.

Baca Juga :  “Pak, Bantu Kami!” Penyintas Gempa Peluk Gubernur Melki, Pemulihan Flores Jadi Perhatian

Pilihan tema tersebut menyimpan pesan yang kuat: perjuangan memerdekakan perempuan bukan hanya urusan perempuan.

Laki-laki juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman, menghargai perempuan dan mendukung perempuan untuk berkembang.

Enam Literasi untuk Membentuk Perempuan yang Berdaya

Gerakan Perempuan Merdeka Berliterasi juga membawa enam penguatan literasi, yakni literasi budaya, keuangan, sains, digital, numerasi dan menulis.

Enam literasi tersebut menjadi benang merah seluruh kegiatan.

Literasi budaya membuat perempuan mengenal dan menghargai identitas daerah.