Kegiatan ini memperkuat literasi menulis, numerasi dan digital melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba menulis esai dengan tema “Makna Kemerdekaan bagi Perempuan”.
Peserta dapat mengangkat sejumlah subtema, antara lain “Perempuan Merdeka Berkarya tanpa Takut Berkata”, “Menulis sebagai Jalan Kemerdekaan Perempuan”, “Ibu sebagai Sekolah Literasi Bersama”, serta “Laki-laki Hebat Menghargai Perempuan”.
Ada pula lomba menulis surat untuk perempuan inspiratif oleh kaum laki-laki dengan subtema seperti “Untuk Perempuan Hebat dalam Hidupku”, “Perempuan Merdeka dalam Hidupku”, “Perempuan Tangguh di Tengah Perubahan Teknologi”, dan “Perempuan yang Mengubah Hidupku”.
Pilihan tema tersebut menyimpan pesan yang kuat: perjuangan memerdekakan perempuan bukan hanya urusan perempuan.
Laki-laki juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman, menghargai perempuan dan mendukung perempuan untuk berkembang.
Enam Literasi untuk Membentuk Perempuan yang Berdaya
Gerakan Perempuan Merdeka Berliterasi juga membawa enam penguatan literasi, yakni literasi budaya, keuangan, sains, digital, numerasi dan menulis.
Enam literasi tersebut menjadi benang merah seluruh kegiatan.
Literasi budaya membuat perempuan mengenal dan menghargai identitas daerah.












