KUPANG | BuletinNTT.com – Polemik pelaksanaan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KSP Kopdit Swasti Sari masih terus menuai tanggapan dari para anggota.
Kali ini, suara datang dari Yohanes E. Laba atau yang akrab disapa Yosy Kares, anggota Kopdit Swasti Sari Kantor Cabang Lembata.
Menurut Yosy, sebagian besar anggota sebenarnya berharap konflik yang terjadi segera diakhiri agar koperasi dapat kembali fokus melayani anggota dan menjalankan program-program yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025.
“Bagi kami sebagai anggota, yang paling penting persoalan ini segera selesai. Pengurus baru sudah dipilih melalui RAT Tahun Buku 2025 sesuai mekanisme koperasi”.
“Karena itu, jangan lagi ada polemik yang berkepanjangan karena justru membuat anggota menjadi tidak nyaman,” katanya, Kamis (06/08/2026).

Ia mengaku mulai merasakan keresahan di kalangan anggota. Bukan karena kondisi keuangan koperasi, melainkan karena konflik kepemimpinan yang terus dipertontonkan ke publik.
Menurut Yosy, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan tidak sedikit koperasi mengalami kemunduran bahkan bubar akibat konflik internal yang terus berlarut-larut.










