KUPANG | BuletinNTT.com — Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao, Alfred H.J. Zacharias, menguraikan sejumlah persoalan struktural yang menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Alfred H.J. Zacharias, pertumbuhan ekonomi tidak terjadi secara kebetulan. Pertumbuhan membutuhkan kebijakan yang sehat, kelembagaan yang kuat, infrastruktur memadai, serta sumber daya manusia yang kompeten.
Ia menilai, stagnasi ekonomi dapat mencerminkan persoalan mendasar dalam pengelolaan anggaran, produktivitas, birokrasi, investasi, dan pemanfaatan potensi lokal.
“Pertumbuhan ekonomi daerah tidak terjadi secara kebetulan. Ia adalah hasil dari kebijakan yang sehat, institusi yang kuat dan kesiapan sumber daya manusianya,” demikian pernyataan Alfred.
Enam Faktor Internal Penghambat Ekonomi
Alfred mengidentifikasi enam faktor internal yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari kebijakan fiskal yang tidak sehat hingga ketergantungan pada sektor ekonomi tertentu.
Pertama, kebijakan fiskal yang tidak sehat. Pengelolaan anggaran yang kurang efektif dapat mengurangi dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian masyarakat.
Karena itu, APBD perlu diarahkan pada program produktif yang memberikan manfaat nyata. Keberhasilan anggaran tidak cukup diukur dari tingkat penyerapan, tetapi juga dari hasil pembangunan.












