“Sebagai anggota, kami justru bertanya-tanya, ada apa di balik desakan itu? Apakah harus menjadi ketua terlebih dahulu baru bisa membangun Kopdit Swasti Sari?” ujarnya.
Menurutnya, cara berpikir seperti itu justru tidak mencerminkan semangat koperasi yang dibangun atas asas kebersamaan.
Ia mengakui pengurus dan manajemen sebelumnya memiliki jasa besar dalam membesarkan Kopdit Swasti Sari. Namun, hal itu bukan berarti hanya satu orang yang mampu membawa koperasi menjadi lebih maju.
“Kita harus menghargai jasa mereka yang telah membangun koperasi selama ini. Tetapi jangan sampai muncul anggapan bahwa hanya satu orang yang mampu mengelola koperasi”.
“Kami yakin Kopdit Swasti Sari menjadi besar karena kerja bersama pengurus, pengawas, manajemen dan seluruh anggota,” tegasnya.
Tidak Pernah Menerima Undangan
Yosy juga mengaku tidak pernah menerima undangan mengikuti RALB meski dirinya merupakan anggota aktif Kopdit Swasti Sari Cabang Lembata.
“Saya tidak mendapat undangan. Saya hanya mengetahui adanya RALB dari pemberitaan media. Padahal saya anggota dan memiliki simpanan di koperasi,” katanya.
Karena itu, ia mempertanyakan apakah seluruh anggota benar-benar dilibatkan dalam proses tersebut.










