Scroll untuk baca artikel
Daerah

Alfred H.J. Zacharias Uraikan Enam Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Avatar photo
×

Alfred H.J. Zacharias Uraikan Enam Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Foto : Alfred H.J. Zacharias | Mantan Sekda Rote Ndao

Sementara itu, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) perlu dilakukan melalui perbaikan pendataan objek pajak, peningkatan kepatuhan, dan pencegahan kebocoran penerimaan.

Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi dapat membantu memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Kedelapan, kolaborasi antardaerah. Pemerintah kabupaten dan kota perlu memperkuat kerja sama untuk memenuhi kebutuhan logistik, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan memperlancar rantai pasok.

Pengembangan klaster ekonomi regional juga dapat mengintegrasikan potensi sejumlah daerah dalam sektor perdagangan, pertanian, pariwisata, dan industri.

Baca Juga :  Fransisco Bessi Desak Sason Helan Teken Kesepakatan Mediasi Swasti Sari: Jangan Sekadar Lip Service

Kolaborasi tersebut memungkinkan daerah saling melengkapi dalam mengembangkan pasar, memperluas distribusi produk, dan menarik investasi.

Potensi Lokal Harus Memberikan Nilai Tambah

Alfred menegaskan, percepatan pertumbuhan ekonomi membutuhkan perubahan strategi pembangunan yang berorientasi pada produktivitas, inovasi, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Potensi pertanian, pariwisata, budaya, dan UMKM perlu didukung infrastruktur, keterampilan tenaga kerja, akses pasar, serta kebijakan yang mendorong kegiatan produktif.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap program memiliki sasaran jelas, indikator keberhasilan terukur, dan dampak yang dapat dievaluasi secara berkala.