Sementara itu, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) perlu dilakukan melalui perbaikan pendataan objek pajak, peningkatan kepatuhan, dan pencegahan kebocoran penerimaan.
Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi dapat membantu memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.
Kedelapan, kolaborasi antardaerah. Pemerintah kabupaten dan kota perlu memperkuat kerja sama untuk memenuhi kebutuhan logistik, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan memperlancar rantai pasok.
Pengembangan klaster ekonomi regional juga dapat mengintegrasikan potensi sejumlah daerah dalam sektor perdagangan, pertanian, pariwisata, dan industri.
Kolaborasi tersebut memungkinkan daerah saling melengkapi dalam mengembangkan pasar, memperluas distribusi produk, dan menarik investasi.
Potensi Lokal Harus Memberikan Nilai Tambah
Alfred menegaskan, percepatan pertumbuhan ekonomi membutuhkan perubahan strategi pembangunan yang berorientasi pada produktivitas, inovasi, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Potensi pertanian, pariwisata, budaya, dan UMKM perlu didukung infrastruktur, keterampilan tenaga kerja, akses pasar, serta kebijakan yang mendorong kegiatan produktif.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap program memiliki sasaran jelas, indikator keberhasilan terukur, dan dampak yang dapat dievaluasi secara berkala.












