Alfred mengaitkan strategi tersebut dengan pemikiran Joseph Schumpeter mengenai peran inovasi dalam menciptakan peluang usaha dan membuka pasar baru.
Pengembangan sektor-sektor potensial diharapkan memperluas lapangan kerja serta mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tertentu.
Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia.Balai Latihan Kerja (BLK) perlu menyelenggarakan pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja dan perkembangan dunia usaha.
Kerja sama dengan industri dibutuhkan untuk memperkuat sertifikasi kompetensi, pemagangan, dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Dengan pendekatan tersebut, program pelatihan tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi menghasilkan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
Keempat, peningkatan kualitas belanja APBD. Anggaran daerah perlu diarahkan pada program yang menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial terukur, terutama pembangunan infrastruktur dan peningkatan produktivitas.
Alfred mendorong penerapan prinsip “spending better”, yakni membelanjakan anggaran secara lebih berkualitas agar setiap rupiah memberikan hasil optimal bagi masyarakat.
Ia mengusulkan sekitar 70 persen APBD difokuskan pada belanja produktif dan infrastruktur ekonomi. Usulan tersebut perlu dikaji berdasarkan kebutuhan pembangunan, kewajiban belanja, dan kapasitas fiskal setiap daerah.












