Kelima, rendahnya kualitas sumber daya manusia. Pendidikan yang belum sesuai kebutuhan pasar kerja, keterampilan terbatas, serta persoalan kesehatan dan gizi dapat memengaruhi produktivitas masyarakat.
Alfred mengacu pada teori “human capital” Gary Becker yang memandang pendidikan dan kesehatan sebagai investasi penting dalam meningkatkan kemampuan serta produktivitas manusia.
Keenam, ketergantungan pada sektor ekonomi tertentu. Ketergantungan terhadap satu komoditas atau sektor usaha membuat perekonomian daerah rentan terhadap perubahan harga dan permintaan pasar.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah perlu mendorong diversifikasi ekonomi dan hilirisasi agar komoditas lokal memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.
Tekanan Eksternal Ikut Memengaruhi Ekonomi
Selain persoalan internal, Alfred menyoroti sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.
Faktor tersebut meliputi fluktuasi harga komoditas, perubahan suku bunga, perang dagang, ketidakpastian geopolitik, dan perubahan iklim.
Tekanan tersebut dapat memengaruhi biaya produksi, perdagangan, pendapatan masyarakat, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Alfred juga menyoroti lemahnya daya beli masyarakat. Ketika pendapatan rumah tangga menurun, konsumsi berpotensi melemah dan berdampak pada produksi serta kesempatan kerja.












