KUPANG | BuletinNTT.com – Polemik mengenai alokasi anggaran untuk kegiatan retret yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menuai kontroversi.
Ketua Fraksi Amanat Sejahtera (PAN – PKS) DPRD NTT, Kristo Loko, memberikan penjelasan tegas terkait hal ini.
Menurutnya, anggaran untuk kegiatan retret sudah disetujui sebelum terjadinya bencana banjir di Nagekeo dan telah mengikuti prosedur yang berlaku.
Alokasi Anggaran Sudah Disetujui Sebelum Bencana
Anggota DPRD NTT daerah pemilihan NTT V ini menjelaskan bahwa alokasi anggaran retret tersebut sudah dibahas dan disetujui dalam rapat Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi NTT jauh sebelum bencana banjir di Nagekeo.
“Anggaran kegiatan retret diajukan dan dibahas dalam rapat Badan Anggaran bersama TAPD. Semua proses ini telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan disetujui jauh sebelum musibah di Nagekeo,” jelas Kristo dengan tegas.
Kristo menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan retret ini adalah untuk memperkuat koordinasi dan membangun hubungan antar pejabat pemerintah daerah, terutama diawal masa jabatan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Gubernur Johnny Asadoma.
Membangun Sinergi Pemimpin Daerah Baru
Menurut Kristo, kegiatan retret ini sangat penting sebagai sarana untuk membangun kebersamaan dan sinergisitas di kalangan pemimpin daerah.












