Namun dukungan itu bersifat bersyarat: kepemilikan mayoritas daerah harus tetap terjaga, arah permodalan harus jelas, fungsi pembangunan harus diperkuat, dan profesionalisme manajemen harus ditingkatkan.
“Di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan dan dorongan peningkatan PAD, masa depan Bank NTT tidak lagi semata soal status hukum”.
Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!
“Yang dipertaruhkan adalah sejauh mana bank milik daerah ini benar-benar menjadi motor ekonomi Nusa Tenggara Timur—atau justru terseret dalam tarik-menarik kepentingan yang menjauh dari mandat publiknya,” tutup Odylia.












