Selain itu, TBM juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan literasi yang diselenggarakan.
Kehadiran TBM di tingkat desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial, terutama dalam meningkatkan minat baca yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Natalia menambahkan, pihaknya berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar program literasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis budaya literasi di Desa Dirma bisa tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” tutupnya.
Program kampanye Budaya Literasi Masyarakat ini menjadi bukti bahwa gerakan kecil di tingkat desa mampu memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.












