Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : KUR Jangan Berubah Menjadi “Kartu Akses Politik” Bank NTT Harus Berdiri di Atas Semua Kepentingan Politik

Avatar photo
×

Opini : KUR Jangan Berubah Menjadi “Kartu Akses Politik” Bank NTT Harus Berdiri di Atas Semua Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini
Reporter: Yohanes Rumat |  Editor: Redaksi
Yohanes Rumat | Anggota Komisi III DPRD NTT Fraksi PKB

Ketiga, biaya kegiatan tersebut dicatat sebagai biaya pemasaran, edukasi, promosi, CSR atau pos anggaran lainnya?

Keempat, apakah Bank NTT memiliki kebijakan khusus mengenai keterlibatan dalam kegiatan yang diselenggarakan atau difasilitasi partai politik?

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Kelima, bagaimana mekanisme memastikan calon debitur KUR tidak dipengaruhi kepentingan politik?

Keenam, apakah seluruh UMKM di NTT memiliki kesempatan yang sama memperoleh informasi dan akses KUR tanpa harus melalui jaringan politik tertentu?

Ketujuh, apakah fungsi kepatuhan, manajemen risiko dan audit internal telah melakukan penilaian terhadap potensi benturan kepentingan dan risiko reputasi kegiatan tersebut?

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Saya kira tujuh pertanyaan ini sederhana.

Tidak ada satu pun yang merupakan tuduhan. Tidak ada satu pun yang dimaksudkan untuk menjatuhkan Bank NTT.

Sebaliknya, pertanyaan ini justru dimaksudkan untuk memastikan agar Bank NTT semakin kuat.

Jangan Defensif terhadap Kritik

Saya berharap manajemen Bank NTT tidak melihat pertanyaan seperti ini sebagai serangan.

Kritik tidak selalu berarti permusuhan. Pertanyaan tidak selalu berarti tuduhan.

Kontrol publik tidak selalu berarti ingin menjatuhkan. Justru sebuah lembaga yang kuat adalah lembaga yang mampu menjawab pertanyaan secara terbuka.